Selamat Datang ke Sembang Orang Gunung
Ruangan ini aku bina untuk berkongsi pendapat, maklumat dan perasaan.....bukan tempat untuk berkongsi fizikal...heheheh....so...jangan sekali-kali menggunakan bahasa yang kurang sopan atau yang boleh menghina mana-mana agama mahupun bangsa
Rabu, 28 September 2011
Selasa, 27 September 2011
Selasa, 20 September 2011
7 pintu (masuk) neraka
7 Pintu (masuk) Neraka
Oleh : Anwar Nu’maniyah dan Biharul Anwar
“Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)” (Qs al Hijr :44)
Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya untuk menjelaskan suasana neraka. Jibril menjawab: “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:
1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.
2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah.
3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api).
4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api.
5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi.
6. Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir.
Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saw maminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: “Pintu ini untuk umatmu yang angkuh”; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka.
Lalu, Nabi saw mengangkat kepalanya dan begitu sedih, sehingga baginda pingsan. Setelah sedar, baginda berkata: “Wahai jibril, sesunggguhnya engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali ganda. Akankah umatku masuk Neraka?”
Kemudian Nabi saw mulai menangis. Setelah kejadian itu,baginda tidak berbicara dengan sesiapa pun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan sehingga menyebabkan, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa baginda begitu berduka?” Namun baginda tidak menjawab.
Saat itu, Saidina Ali as sedang pergi melaksanakan satu misi, maka para sahabat pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita syurga, Sayyidah Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan pada saat itu Sayyidah Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat “Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal” (al-A’la:17). Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saw). Setelah mendengar semua itu, Sayyidah Fatimah as bangkit lalu mengenakan jubahnya (cadur) yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. Salman al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Sayyidah Fathimah as, lalu berkata: ” Aduhai! Sementara puteri-puteri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgahsana emas, puteri Nabi ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai”.
Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan ayahnya, Ia melihat keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para sahabatnya, kemudian ia berkata: “Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah kami, pada waktu siang kami memberi makan unta-unta dan pada waktu malam kami beristirahat, anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma. Nabi berpaling ke arah Salman dan berkata “Apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?”
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat -kerana tangisan yang tidak terhenti- wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah menjadi basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?” Nabi saw menjawab, “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, kerana sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan suasana neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu, dan pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah ada tujuh puluh ribu peti mati dari api, dan setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab”.
Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau berseru, “Sesungguhnya orang yang dimasukkan kedalam api ini pasti menemui ajal”. Setelah mengatakan ini beliau pengsan. Setelah sedar, beliau berkata, “Wahai yang terbaik dari segala mahluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu?” Nabi saw menjawab, “Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.
Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saw menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”. Sementara sebahagian lagi menangis dan meratap, “Aduhai seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”, Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”. Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu, Salman menjawab, “Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).
Maha adil Allah,yang memberikan kebebasan pada manusia untuk memilih.. antara iman & kufur, dengan tanpa ada paksaan ” laa ikrooha fiddin..”.
Akhirnya pilihan yang kita ambil, memberi kesan adil dari dzat yang maha adil. Jalan menuju syurga berliku nan mendaki tetapi setelah sampai ke destinasi, maka akan mendapatkan keindahan yang “tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, tidak dapat dibayangkan oleh hati. Sedangkan jalan menuju neraka, indah mempesona..akhirnya sampai pada kondisi yang mengerikan..
Wallahu'alam.
Oleh : Anwar Nu’maniyah dan Biharul Anwar
“Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)” (Qs al Hijr :44)
Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya untuk menjelaskan suasana neraka. Jibril menjawab: “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:
1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.
2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah.
3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api).
4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api.
5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi.
6. Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir.
Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saw maminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: “Pintu ini untuk umatmu yang angkuh”; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka.
Lalu, Nabi saw mengangkat kepalanya dan begitu sedih, sehingga baginda pingsan. Setelah sedar, baginda berkata: “Wahai jibril, sesunggguhnya engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali ganda. Akankah umatku masuk Neraka?”
Kemudian Nabi saw mulai menangis. Setelah kejadian itu,baginda tidak berbicara dengan sesiapa pun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan sehingga menyebabkan, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa baginda begitu berduka?” Namun baginda tidak menjawab.
Saat itu, Saidina Ali as sedang pergi melaksanakan satu misi, maka para sahabat pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita syurga, Sayyidah Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan pada saat itu Sayyidah Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat “Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal” (al-A’la:17). Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saw). Setelah mendengar semua itu, Sayyidah Fatimah as bangkit lalu mengenakan jubahnya (cadur) yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. Salman al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Sayyidah Fathimah as, lalu berkata: ” Aduhai! Sementara puteri-puteri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgahsana emas, puteri Nabi ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai”.
Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan ayahnya, Ia melihat keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para sahabatnya, kemudian ia berkata: “Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah kami, pada waktu siang kami memberi makan unta-unta dan pada waktu malam kami beristirahat, anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma. Nabi berpaling ke arah Salman dan berkata “Apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?”
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat -kerana tangisan yang tidak terhenti- wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah menjadi basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?” Nabi saw menjawab, “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, kerana sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan suasana neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu, dan pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah ada tujuh puluh ribu peti mati dari api, dan setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab”.
Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau berseru, “Sesungguhnya orang yang dimasukkan kedalam api ini pasti menemui ajal”. Setelah mengatakan ini beliau pengsan. Setelah sedar, beliau berkata, “Wahai yang terbaik dari segala mahluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu?” Nabi saw menjawab, “Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.
Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saw menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”. Sementara sebahagian lagi menangis dan meratap, “Aduhai seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”, Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”. Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu, Salman menjawab, “Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).
Maha adil Allah,yang memberikan kebebasan pada manusia untuk memilih.. antara iman & kufur, dengan tanpa ada paksaan ” laa ikrooha fiddin..”.
Akhirnya pilihan yang kita ambil, memberi kesan adil dari dzat yang maha adil. Jalan menuju syurga berliku nan mendaki tetapi setelah sampai ke destinasi, maka akan mendapatkan keindahan yang “tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, tidak dapat dibayangkan oleh hati. Sedangkan jalan menuju neraka, indah mempesona..akhirnya sampai pada kondisi yang mengerikan..
Wallahu'alam.
Jumaat, 16 September 2011
Kita mempunyai 3 pilihan.
Message body
Manusia - Eh, dah subuh dah?
Malaikat - bangunlah wahai anak Adam, tunaikan solat subuh mu .
Syaitan - Alahhhhhh, kejaplah, ngantuk ini....awal lagi nie?.zzzzzzzz
Manusia - Nak makan, laparlah ??
Malaikat - Wahai Anak Adam, mulakanlah dengan Bismillah...
Syaitan - Ahh, tak payahla..... dah lapar ini !! mmm..sedapnyaaaa? .
Manusia - Hari ni nak pakai apa ye?
Malaikat - Wahai anak Adam, pakailah pakaian yang menutup aurat..
Syaitan - Ehh,panaslah, takde style langsung, nampak kampung!!!
Manusia - Alamak, dah lewat!
Malaikat - Bersegeralah wahai manusia , nanti terlewat ke pejabat..
Syaitan - Ahhh?awal lagi?mmm..aaahh? suruh si X, punchkanlah?
Manusia - Azan sudah kedengaran... .
Malaikat - Wahai anak Adam, bersegeralah menunaikan kewajipan
Syaitan - Baru pukul berapa.. rilex lah..awal lagi nieii?.
Manusia - Eh, eh... tak boleh tengok ini, berdosa...
Malaikat - Wahai anak Adam, alihkanlah pandanganmu, sesungguhnya Allah Maha Melihat dan mengetahui !
Syaitan - Perggghh.... best tu... . rugi ooo kalau tak tengok nie..
Manusia - Saudaraku sedang melakukan dosa
Malaikat - Wahai anak Adam, cegahla ia..
Syaitan - Apa kau sibuk? Jangan jaga tepi kain orang, lantaklahh? .
Manusia -Elok kalau aku sampaikan nasihat ini kepada orang lain
Malaikat - Wahai anak Adam, nasihat-menasihatil ah sesama kamu..
Syaitan - Sendiri pikirlah, semua dah besar, buat apa susah2.... pandai2lah?
Manusia - aku telah berdosa..
Malaikat - Wahai anak Adam, bertaubatlah kamu,sesungguhnya Allah Maha Pengampun. .
Syaitan - Tangguhlah dulu, lain kali boleh bertaubat... lagipun muda hanya sekali....rugila. ... (kalau sempatla)
Manusia - Kalau pergi, mesti seronok!
Malaikat - Wahai anak Adam, kakimu ingin melangkah ke jalan yang dimurkai Allah,berpalinglah dari jalan itu .
Syaitan - Jangan bimbang, tiada sesiapa yang tahu...Jomlahhh?
Manusia ? Uuhhh?letihnya arini..tak solat lagi nieee?.
Malaikat - Wahai anak Adam, taatilah Allah dan RasulNYA,kebahagiaan di dunia dan akhirat untukmu. Solat itu wajib bagimu...
Syaitan - Hey anak Adam, ikutilah aku,kebahagiaan di dunia (sahaja) dan kebahagiaan diakhirat (jangan mimpilah!) untukmu....
Sekarang anda mempunyai 3 pilihan :
1. Anda - Patutke aku biarkan catatan ini hanya berlegar di dalam blog ini sahaja.
Malaikat - bangunlah wahai anak Adam, tunaikan solat subuh mu .
Syaitan - Alahhhhhh, kejaplah, ngantuk ini....awal lagi nie?.zzzzzzzz
Manusia - Nak makan, laparlah ??
Malaikat - Wahai Anak Adam, mulakanlah dengan Bismillah...
Syaitan - Ahh, tak payahla..... dah lapar ini !! mmm..sedapnyaaaa? .
Manusia - Hari ni nak pakai apa ye?
Malaikat - Wahai anak Adam, pakailah pakaian yang menutup aurat..
Syaitan - Ehh,panaslah, takde style langsung, nampak kampung!!!
Manusia - Alamak, dah lewat!
Malaikat - Bersegeralah wahai manusia , nanti terlewat ke pejabat..
Syaitan - Ahhh?awal lagi?mmm..aaahh? suruh si X, punchkanlah?
Manusia - Azan sudah kedengaran... .
Malaikat - Wahai anak Adam, bersegeralah menunaikan kewajipan
Syaitan - Baru pukul berapa.. rilex lah..awal lagi nieii?.
Manusia - Eh, eh... tak boleh tengok ini, berdosa...
Malaikat - Wahai anak Adam, alihkanlah pandanganmu, sesungguhnya Allah Maha Melihat dan mengetahui !
Syaitan - Perggghh.... best tu... . rugi ooo kalau tak tengok nie..
Manusia - Saudaraku sedang melakukan dosa
Malaikat - Wahai anak Adam, cegahla ia..
Syaitan - Apa kau sibuk? Jangan jaga tepi kain orang, lantaklahh? .
Manusia -Elok kalau aku sampaikan nasihat ini kepada orang lain
Malaikat - Wahai anak Adam, nasihat-menasihatil ah sesama kamu..
Syaitan - Sendiri pikirlah, semua dah besar, buat apa susah2.... pandai2lah?
Manusia - aku telah berdosa..
Malaikat - Wahai anak Adam, bertaubatlah kamu,sesungguhnya Allah Maha Pengampun. .
Syaitan - Tangguhlah dulu, lain kali boleh bertaubat... lagipun muda hanya sekali....rugila. ... (kalau sempatla)
Manusia - Kalau pergi, mesti seronok!
Malaikat - Wahai anak Adam, kakimu ingin melangkah ke jalan yang dimurkai Allah,berpalinglah dari jalan itu .
Syaitan - Jangan bimbang, tiada sesiapa yang tahu...Jomlahhh?
Manusia ? Uuhhh?letihnya arini..tak solat lagi nieee?.
Malaikat - Wahai anak Adam, taatilah Allah dan RasulNYA,kebahagiaan di dunia dan akhirat untukmu. Solat itu wajib bagimu...
Syaitan - Hey anak Adam, ikutilah aku,kebahagiaan di dunia (sahaja) dan kebahagiaan diakhirat (jangan mimpilah!) untukmu....
Sekarang anda mempunyai 3 pilihan :
1. Anda - Patutke aku biarkan catatan ini hanya berlegar di dalam blog ini sahaja.
2. Malaikat - Ingatkan pada kawan yang anda kenal (Forward kepada pengguna lain)
3. Syaitan - Tak payah
3. Syaitan - Tak payah
credit to yusrie
Selasa, 13 September 2011
Senyum Selalu
SAPE HEBAT
Man : Bapa aku hebat. Dia polis. Semua orang takut ngan dia.
Ali : Eleh, bapa aku lagi terer. Kalau dia suruh orang tunduk, mesti orang tu tunduk.
Man : Wow! Bapa kau keja apa?
Ali : Tukang gunting rambut.
KELAS BI
Ayah : Apasal B.I kamu nie asyik dapat kosong jer...! Apasal hah?
Anak : Eh, ayah! Tu bukan kosong. Tadi cikgu adik dah kasi bintang banyakkat bebudak lain. Ada dapat 5 bintang la, 4 bintang la. Bila turn adikjer, bintang dah abis. Sebab tu cikgu bagi kat adik bulan.
SUDU
Doktor : Encik kena ambil 3 sudu ubat ni setiap hari.
Pesakit : Eh! tak boleh la doktor.
Doktor : Kenapa?
Pesakit : Rumah saya ada dua sudu jer.
MAYAT
Cikgu : Hasan,sambungkan 2 ayat ini menjadi satu. 'Ali menaiki
basikal ke sekolah. Ali ternampak mayat.'
Hasan : Ali ternampak mayat menaiki basikal ke sekolah.
TIRU
Cikgu : Encik,anak awak didapati meniru Ali dalam exam.
Bapa : Apa bukti awak?
Cikgu : Encik tengok soalan nombor 4 nie. Siapakah menemui Pulau Pinang?Seman tulis "Saya tak tahu"dan anak encik tulis "Kalau engkautak tahu, aku lagi la tak tahu".
DOKTOR
Suatu petang datang seorang lelaki berumur ke kelinik ENT , kerana telinganyadi masuki biji kacang hijau semasa dia membeli barang dapur di pasar.
Doktor : "Selamat petang..."
Pesakit : "Selamat petang Doktor!"
Doktor : " Ada masaalah apa .....?"
Pesakit : "Telinga saya dimasuki biji kacang hijau, Doktor..."
Doktor : "Biar saya periksa telinga anda!"
setelah diperiksa... .
Doktor : " Ada2 cara untuk mengeluarkan biji tersebut..."
Pesakit : "Apa caranya doktor?"
Doktor : "Pembedahan kecil kosnya 2 ribu ringgit dan pilihan kedua
pula percuma..."
Pesakit : "Mahal sangat Doktor, kalau yang percuma bagaimana?"
Doktor : "Yang percuma kena sabar..."
Pesakit : "Baik, saya sabar, dan bagaimana caranya...?"
Doktor : "Anda sirami telinga anda 2 kali sehari dan nanti jika
sudah jadi tauge' anda tinggal tarik keluar."
Pesakit : "Huh
Thanks to my friend
Man : Bapa aku hebat. Dia polis. Semua orang takut ngan dia.
Ali : Eleh, bapa aku lagi terer. Kalau dia suruh orang tunduk, mesti orang tu tunduk.
Man : Wow! Bapa kau keja apa?
Ali : Tukang gunting rambut.
KELAS BI
Ayah : Apasal B.I kamu nie asyik dapat kosong jer...! Apasal hah?
Anak : Eh, ayah! Tu bukan kosong. Tadi cikgu adik dah kasi bintang banyakkat bebudak lain. Ada dapat 5 bintang la, 4 bintang la. Bila turn adikjer, bintang dah abis. Sebab tu cikgu bagi kat adik bulan.
SUDU
Doktor : Encik kena ambil 3 sudu ubat ni setiap hari.
Pesakit : Eh! tak boleh la doktor.
Doktor : Kenapa?
Pesakit : Rumah saya ada dua sudu jer.
MAYAT
Cikgu : Hasan,sambungkan 2 ayat ini menjadi satu. 'Ali menaiki
basikal ke sekolah. Ali ternampak mayat.'
Hasan : Ali ternampak mayat menaiki basikal ke sekolah.
TIRU
Cikgu : Encik,anak awak didapati meniru Ali dalam exam.
Bapa : Apa bukti awak?
Cikgu : Encik tengok soalan nombor 4 nie. Siapakah menemui Pulau Pinang?Seman tulis "Saya tak tahu"dan anak encik tulis "Kalau engkautak tahu, aku lagi la tak tahu".
DOKTOR
Suatu petang datang seorang lelaki berumur ke kelinik ENT , kerana telinganyadi masuki biji kacang hijau semasa dia membeli barang dapur di pasar.
Doktor : "Selamat petang..."
Pesakit : "Selamat petang Doktor!"
Doktor : " Ada masaalah apa .....?"
Pesakit : "Telinga saya dimasuki biji kacang hijau, Doktor..."
Doktor : "Biar saya periksa telinga anda!"
setelah diperiksa... .
Doktor : " Ada2 cara untuk mengeluarkan biji tersebut..."
Pesakit : "Apa caranya doktor?"
Doktor : "Pembedahan kecil kosnya 2 ribu ringgit dan pilihan kedua
pula percuma..."
Pesakit : "Mahal sangat Doktor, kalau yang percuma bagaimana?"
Doktor : "Yang percuma kena sabar..."
Pesakit : "Baik, saya sabar, dan bagaimana caranya...?"
Doktor : "Anda sirami telinga anda 2 kali sehari dan nanti jika
sudah jadi tauge' anda tinggal tarik keluar."
Pesakit : "Huh
Thanks to my friend
Al-Quran dan Hadis Undang-undang Tertinggi di Malaysia.
Al-Quran & Hadis undang-undang tertinggi di Malaysia?
Baru ini saya melewati Wikipedia dan mendapati jawapan kepada status kebebasan beragama di Malaysia seperti di bawah:
Status kebebasan agama di Malaysia merupakan satu isu kontroversi. Islam merupakan agama rasmi dan Perlembagaan Malaysia meletakkan sekatan terhadap kebebasan beragama, paling ketara penyebaran agama selain Islam kepada Muslim. Bagaimanapun, persoalan sama ada Malaysia merupakan negara Islam atau sekular masih belum berjawab; Wikipedia
Saya meneliti Perlembagan dan mendapati tafsiran sebenar Perlembagaan Malaysia menunjukkan Al-Quran & Hadis adalah sebenarnya undang-undang tertinggi di Malaysia, dan mana-mana undang-undang, perjanjian atau perbuatan bercanggah dengannya adalah tidak sah dan menjadi terbatal.
Namun itu kenapa ia menjadi sebaliknya? Kenapa perlaksanaan Al-Quran dan Hadis sebagai undang-undang tertinggi diabaikan dan disisihkan? Ini kerana perlaksanaan undang-undang hari ini berasaskan fahaman yang terpesong dari maksud sebenar Perlembagaan. Ini kerana mereka menafsirkan perkara 3 (1) Perlembagaan sebagai bermaksud Islam agama rasmi di Malaysia. Ini adalah penafsiran yang terpesong. Terdapat beberapa faktor dan antara fahaman terpesong kerana pengamal undang-undang tidak memahami definisi Islam yang sebenar, dan isu tidak pernah dicabar di Mahkamah.
Sekarang saya kemukakan alasan-alasan seperti di bawah:
Perkara 4 (1) menyatakan Perlembagaan adalah undang-undang tertinggi, dan mana-mana undang bertentangan dengannya menjadi terbatal. Undang-undang yang boleh menjadi terbatal dan tidak sah ialah semua undang-undang selain Perlembagaan, termasuk Kanun Jenayah dan peraturan kecil dsbnya. Kesemuanya mesti tidak bercanggah dengan Perlembagaan.
Perkara 4 (1) Perlembagaan ini ialah undang-undang tertinggi Persekutuan dan apa-apa undang-undang yang diluluskan selepas Hari Merdeka yang tidak selaras dengan Perlembagaan ini adalah tidak sah setakat ketidakselarasan itu.
Bagi memudahkan pemahaman, kita anggap Perlembagaan seumpama bapa dan undang-undang selainnya seumpama anak. Oleh itu arahan anak tidak boleh mengatasi arahan bapa. Persoalan lain samada badan Perundangan (Peguam Negara), Kehakiman (Ketua Hakim Negara), Eksekutif (Perdana Menteri), YDPA/Sultan, dasar-dasar parti politik, perjanjian-perjanjian, dan semua badan/individu tertakluk di bawah Perlembagaan? Ya! Kesemuanya tertakluk di bawah Perlembagaan dan tidak terkecuali. Sebarang undang-undang, perjanjian atau perlaksanaan bertentangan dengannya menjadi terbatal dan tidak sah.
Seterusnya Perlembagaan memperuntukan Islam ialah agama bagi Persekutuan.
Perkara 3. (1) Islam ialah agama bagi Persekutuan; tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana Bahagian Persekutuan.
Perkara 11 (1) memperuntukkan: Tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya dan, tertakluk kepada Fasal (4), mengembangkannya.
Alasan Ringkas
Berdasarkan di atas, alasan ringkas ialah bagi dakwaan Al-Quran & Hadis sebagai undang-undang tertinggi ialah:
Reason:
1. Perlembagaan adalah undang-undang tertinggi
2. Undang-undang tertinggi menyatakan Islam agama Persekutuan
3. Islam agama Persekutuan bermaksud Pengabdian Persekutuan
4. Pengabdian Persekutuan bermaksud Persekutuan mesti membenarkan perlaksanaan ibadah mengikut Al-Quran & Hadis
Conclusion: Ini bermaksud Perlembagaan mesti membenarkan ibadah terkandung di dalam Al-Quran & Hadis, dan termasuk perlaksanaan undang-undang Islam. Oleh itu ini membawa maksud undang-undang Al-Quran & Hadis adalah undang-undang tertinggi di Malaysia.
Namun itu kenapakah salah faham ini terjadi? Pertamanya penjajah dan penggubal undang-undang telah memahami Islam seperti agama lain, iaitu mendefinisikan Islam sekadar syahadah, bersolat, membayar zakat, berpuasa dan mengerjakan haji. Pemahaman ini kemudian diwariskan kepada pengamal undang-undang, dan akhirnya menjadi undang-undang yang mempengaruhi jentera kerajaan dan masyarakat Islam keseluruhan. Fahaman ibadah sebegini adalah fahaman yang sangat jauh terpesong, dan ibadah di dalam Islam tidak seperti ibadah-ibadah agama lain:
Maksudnya: “…Katakanlah (wahai Muhammad): Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku…”; Al-Quran: al-Kaafiruun
Berlandaskan fahaman yang salah ini, mereka membuat undang-undang yang tidak berlandaskan fahaman sebenar, dan malahan bercanggah serta menyekutukan Allah swt. Fahaman sebenar ialah Islam agama menyeluruh, dan meninggalkan mana-mana amalan atau mencampur adukkanya akan mengakibatkan seseorang itu terkeluar daripada Islam.
Maksudnya: “...Dan tidak harus bagi orang beriman, lelaki dan perempuan – apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara – (tidak haruslah bagi mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat pada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata…”; Al-Quran: al-Ahzaab:36
Ayat menegaskan satu kaedah wajib dipatuhi orang mu’min dalam segala urusan kehidupannya. Tidak harus bagi seseorang itu memilih sesuatu ketetapan selain daripada yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala semata-mata, dan yang mana diterangkan atau dijelaskan oleh RasulNya.
Alasan Penuh
Persoalan pertama: Samada peruntukan “Islam agama bagi Persekutuan” adalah undang-undang yang tertinggi di Malaysia?
Perkara “Islam agama bagi Persekutuan” adalah undang-undang tertinggi di Malaysia. Ini kerana perkara “Islam agama bagi Persekutuan” terkandung di dalam perkara 3 (1), dan perkara 3 (1) terkandung di dalam Perlembagaan, iaitu undang-undang tertinggi di Malaysia. Perkara undang-undang tertinggi dinyatakan melalui perkara 4 (1) . Sebagai tambahan dan jauh daripada itu, perkara 3 (1) adalah antara paling utama kerana terletak di bahagian paling awal Perlembagaan dan mengatasi perkara-perkara selainnya.
Persoalan kedua: Apakah status amalan agama-agama lain?
Perkara 3 (1) menyatakan: Islam ialah agama bagi Persekutuan “tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai” di mana-mana Bahagian Persekutuan.
Apakah maksud “tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai”? Adakah bermaksud mereka mengamalkan agama mereka dengan aman dan damai? Maksud ini tidak munasabah kerana mereka sememangnya mengamalkan agama secara aman dan damai semenjak dahulu. Oleh itu apakah maksud sebenar “tetapi agama-agama lain diamalkan dengan aman dan damai”?
Maksud sebenar ialah Persekutuan meletakkan Islam sebagai agama utama, dan Islam bersetuju membenarkan agama lain diamalkan secara aman dan damai. Maksud mengamalkan secara aman dan damai di sini ialah mereka boleh mengamalkan agama mereka tanpa mendatangkan kemudaratan kepada kebebasan Persekutuan untuk membenarkan kesemua ibadah di dalam Islam boleh diamalkan. Ini beerti mereka mengharmonikan agama mereka agar tidak memecah keamanan dan kedamaian dengan mana-mana ibadah di dalam agama Islam. Segala amalan agama mereka yang tidak memecah keamanan dan kedamaian dengan amalan agama Islam adalah sepenuhnya dibenarkan (iaitu tidak memecah keamanan dan kedamaian mengikut tafsiran Al-Quran dan Hadis).
Persoalan ketiga: Apakah maksud “Islam ialah agama bagi Persekutuan”?
Perkara 3 (1) menyatakan Islam adalah agama bagi Persekutuan. Apakah maksud sebenar peruntukan ini? Adakah ianya sekadar bermaksud “Islam menjadi agama rasmi Persekutuan“?
Maka mari teliti maksud sebenar perkara perkara 3 (1) (1) Perlembagaan Malaysia. Bagi memahami maksud perkara 3 (1), kita perlu memahami:
(a) Apakah maksud beragama?
(b) Apakah maksud Islam?
(c) Apakah maksud Islam agama bagi Persekutuan
Apakah maksud beragama?
Definisi agama ialah sistem kepercayaan dan penyembahan berdasarkan agama kepercayaan itu. Oleh itu beragama adalah seseorang yang mengamalkan sistem kepercayaan dan penyembahan berdasarkan agama kepercayaan itu. Beragama tidak bermaksud rasmi (official).
Rujukan tambahan: 1 / 2 / 3
Apakah maksud Islam?
Berbeza amalan agama lain, Islam adalah agama pengabdian seorang hamba kepada TuhanNya dan adalah perlaksanaan ibadah meliputi seluruh kehidupannya.
Maksudnya: “..Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan agar beribadah kepada Aku…”; Al-Quran: adz-Dzariat:56
Maksudnya: “…Katakanlah sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam…”; Al-Quran: al-An’am:162
Maksudnya: “…Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya…”; Al-Quran: al-Baqarah:208
Maksudnya: “…aku diperintahkan supaya tunduk bulat-bulat kepada Tuhan sekalian alam…”; Al-Quran: al-Mu’min:66
Maksudnya: “…Bukanlah perkara kebajikan itu hanya kamu menghadapkan muka ke pihak timur dan barat…”; Al-Quran: al-Baqarah:170
Islam sangat berbeza dengan agama lain dan tidak beribadah dengan sekadar mengamalkan syahadah, solat, puasa, zakat dan haji. Ini pemahaman terpesong dan salah di sisi Islam. Islam merangkumi perlaksanaan ibadah merangkumi keseluruhan perkara di bawah:
Oleh itu, kesimpulan bagi maksud “beragama Islam” ialah perlaksanaan sistem kepercayaan dan penyembahan berdasarkan agama Islam, iaitu perlaksanaan sistem kepercayaan dan penyembahan di dalam perkara Tauhid, Syari’ah dan Akhlak.
Persoalan kedua samada amalan beragama Islam boleh diharmonikan dengan agama lain? Tidak, amalan di dalam agama Islam tidak boleh diharmonikan dengan agama lain. Ini kerana Islam adalah agama yang sama sekali berbeza dengan agama-agama lain.
Maksudnya: “…Katakanlah (wahai Muhammad): Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku…”; Al-Quran: al-Kaafiruun
Perbuatan mengharmonikan atau meninggalkan mana-mana amalan mengakibatkan seseorang terkeluar daripada Islam. Ini adalah penyekutuan dan mereka akan kekal di neraka selamanya. Di bawah ini adalah di antara beberapa keterangan yang menjelaskan dakwaan:—
Maksudnya: “…dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir…”; Al-Quran: al-Maa’idah:44
Maksudnya: “….Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir jadi pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun…; Al-Quran: ali-Imran:28
Maksudnya: “…Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai awliya, kerana setengah mereka menjadi teman rapat kepada setengahnya yang lain. dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka awliya, maka sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka…”; Al-Quran: al-Maa’idah:51
Maksudnya: “…Tidak ada bagi penduduk langit dan bumi pengurus selain daripadaNya dan Ia tidak menjadikan sesiapapun masuk campur dalam hukumNya…”; Al-Quran: al-Kahfi:26
Maksudnya: “…Dan katakanlah: “Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak, dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya, dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya; dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!”…”; Al-Quran: al-Israa:111
Apakah maksud agama bagi Persekutuan?
Kini kita memahami maksud beragama Islam ialah perlaksanaan sistem kepercayaan dan penyembahan atau pengabdian ke atas perkara Tauhid, Syari’ah dan Akhlak. Kita juga mengetahui Islam bukan agama harmoni dan ibadah di dalam Islam adalah berbeza dengan ibadah-ibadah di dalam agama lain.
Oleh itu persoalan selanjutnya ialah apakah maksud “Islam ialah agama bagi Persekutuan”?
Maksudnya ialah Persekutuan mesti membenarkan kesemua ibadah terkandung di dalam Al-Quran & Hadis. Memandangkan Islam adalah termasuk dengan perkara undang-undang dan sistem pentadbiran negara, maka Persekutuan mesti melaksanakan kesemua sistem dan undang-undang Al-Quran & Hadis. Segala sistem atau undang-undang yang bercanggah Al-Quran dan Hadis adalah terbatal.
Perlaksanaan ini mungkin menimbulkan pelbagai bantahan daripada bangsa dan agama lainnya. Namun itu, kesemua fakta dan undang-undang ini adalah dicapai tanpa paksaan, dan dicapai secara persetujuan kesemua bangsa dan agama apabila memasuki kemerdekaan. Mereka datang untuk menetap di Tanah Melayu dan bersetuju dengan undang-undang yang terkandung di dalam Perlembagaan. Mereka juga bebas memilih penempatan pada mana-mana negara lain yang melaksanakan undang-undang yang mereka suka, tiada paksaan. Tidakkah mereka terfikir bagaimana perasaan mereka jika mereka dihalang ibadah atau membina kuil atau gereja? Oleh itu perkara ini tidak sepatutnya menjadi isu dan alasan untuk menghalang umat Islam daripada beribadah, dan oleh itu agar masyarakat Islam hidup mati dan menghadap Tuhannya sebagai orang Islam.
Segala bantahan atau undang-undang menghalang ibadah Islam bercanggah perkara 3 (1), 4 (1) dan 11 (1) Perlembagaan Malaysia dan menjadi terbatal serta tidak sah. Oleh itu umat Islam mempunyai hak yang kukuh di bawah Perlembagaan. Ibadah Islam mesti dibenarkan sepenuhnya kerana mana-mana amalan di dalam Islam tidak dapat ditinggalkan. Meninggalkan mana-mana ibadah tidak menjadikann ianya Islam. Oleh itu maksud perkara 3 (1) Perlembagaan menjadi tidak bermakna sekiranya umat Islam dihalang beribadah.
Realiti Hari Ini
Hak orang Islam menganuti dan mengamalkan agamanya diperuntukkan dalam perkara 3 (1) dan ditegaskan lagi dengan perkara 11 Perlembagaan Malaysia, iaitu peruntukan “…tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya…”. Namun itu perkara sebaliknya yang terjadi pada hari ini. Undang-undang dan perlaksanaan sedia ada menghalang umat Islam menganuti dan mengamalkan agama Islam. Hampir keseluruhan undang-undang dan perbuatan adalah bercanggah peruntukan perkara 3 (1), 4 (1) dan perkara 11 (1) Perlembagaan Malaysia! Amalan sediada hari ini adalah bukan amalan Islam dan amalan hari ini meletakkan kekufuran di atas setiap dahi orang Islam.
Ini kerana maksud perkara 3 (1) Perlembagaan telah dipesongkan dengan menukarkan maksud “Islam adalah agama bagi Persekutuan” kepada maksud “Islam adalah agama rasmi Persekutuan”. Ini tidak benar dan kedua-dua pernyataan ini membawa maksud yang berbeza-beza. Kedua-dua ini tidak membawa pengertian sama, dan seperti air dan minyak!
Islam agama rasmi Persekutuan bermaksud Islam “official“, “Islam sekadar namanya“, atau “Islam dikulit luaran semata-mata“. Oleh itu adakah ini Islam? Tidak! Di dalam Islam, tiada istilah Islam “official“, secara nama atau secara kulit luaran semata-mata. Ianya satu kekufuran. Kekufuran bermaksud ibadah di dalam Islam tidak dilaksanakan, dan Rukun Iman menjadi sekadar ucapan atau “official” tanpa pembuktian perbuatan. Hanya sekadar ucapan rasmi tanpa amalan adalah bukan Islam.
Maksudnya: “…Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: “Siapakah yang mencipta langit dan bumi?” Sudah tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah (kepada mereka): “Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah yang lain dari Allah itu? …“; Al-Quran: az-Zumar:39
Maksudnya: “…Dan katakanlah (wahai Muhammad): “Kebenaran itu ialah yang datang dari Tuhan kamu, maka sesiapa yang mahu beriman, hendaklah ia beriman; dan sesiapa yang mahu kufur ingkar, biarlah dia mengingkarinya” …”; Al-Quran: al-Kahfi:29
Maksudnya: “…Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu adan telah Ku redhai Islam itu jadi agama bagimu…”; Al-Quran: ali-Maidah:3
Maksudnya: “…Sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi…”…”; Al-Quran: ali-Imran:35
Persoalan lain ialah apakah maksud “sembah“? (1 2 3) .Sembah tidak bermaksud bersembahyang semata-mata tetapi lebih dan termasuk ketaatan (kepada sistem siapa?).
Maksudnya:”…Katakanlah: “Hanya Allah sahaja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama (beribadah)…”; az-Zumar:14
Untuk memahami maksud sembah dan pengabdian, kita sepatutnya mendalami apakah syarat penerimaan pengabdian melalui kalimah tauhid Laa Ilaaha Illallah, iaitu mengetahui “Rukun Kalimah Tauhid” yang wajib diketahui: Ilmu, Yakin, Percaya, Ikhlas, Menerima, Berserah dan Cinta. Segala rukun ini dan perkara Rububiyah, Uluhiyah serta Asmaal-Asmaa’ Wal Shifaat mesti diletakkan kepada Allah Taala. Inilah pengertian sembahan dan pengabdian sebenar. Sebaliknya dan jika mana-mana perkara Rukun Kalimah Tauhid diletakkan ke atas selain daripada Allah, maka anda fikirkanlah sendiri apakah maksudnya:
Maksudnya:”…Allah tidak sekali-kali menjadikan seseorang (insan) mempunyai dua buah hati dalam rongga dadanya (tubuhnya)…”; Al-Quran: al-Ahzaab:4
Terdapat pelbagai lagi ayat keterangan dan ayat di atas adalah di antara beberapa ayat menerangkan maksud Islam di kulit. Tiada maksud “Islam di kulit” atau “Islam Rasmi” di dalam Islam. Orang sebegini ini dianggap kufur oleh Allah swt dan bukan orang Islam. Maksud ibadah sebenar ialah pengabdian di dalam seluruh kehidupan. Islam adalah bukan sekadar bersyahadah, solat, puasa, zakat, dan haji. Kesemua ini adalah ibadah asas bagi mencapai ibadah Islam, iaitu pengabdian.
Melalui ibadah melalui mekanisma solat yang sempurna, maka kita memperolehi sifat yang mencegah keji dan munkar (29:45), mekanisma zakat yang sempurna akan mensucikan hati dan membersihkan harta kita (9:103), mekanisma puasa yang sempurna sehingga akan menjadikan kita bertakwa (2:183), dan mekanisma haji yang sempurna akan memberikan kesyukuran dan sentiasa menyebut nama Allah (22:28). Kesempurnaan di dalam ibadah Rukun Islam akan membawa kita kepada ibadah di dalam Islam, iaitu pengabdian. Fikirkan dan adakah kita dihalang daripada beribadah, walaupun setelah melakukan Rukun Islam dengan sempurna? Jawapan yang anda sendiri sangat arif mengenainya.
Oleh itu maksud sebenar perkara 3 (1) Perlembagaan Malaysia mesti diketengahkan dan dicabar di Mahkamah. Persoalan ini perlu dibangkitkan untuk membawa kembali maksudnya yang sebenar, dan mengembalikan Al-Quran dan Hadis sebagai undang-undang tertinggi di Malaysia. Bagi parti politik memperjuangkan Islam seharusnya menyedari perlaksanaan undang-undang Hudud tidak pernah menjadi sesuatu masalah kerana ianya diperuntukkan di dalam Perlembagaan. Mereka boleh mencabar di Mahkamah bahawa undang-undang dan sebarang tindakan menghalang perlaksanaan Hudud sebagai tidak sah dan terbatal, iaitu bertentangan Perlembagaan Malaysia. Kes sediada di Mahkamah pula mesti digunakan bagi mencabar kesahaan undang-undang dan dengan memasukkan pembelaan tidak tertakluk kepada undang-undang apabila bercanggah Al-Quran dan Hadis. Ini mengakibatkan segala undang-undang dan perbuatan bercanggah akan beransur-ansur bertukar kepada sistem ajaran Islam. Saya agak yakin Hakim beragama Islam dan yang mendengar keterangan jelas “…sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir…” (al-Maa’idah:44) berserta sokongan setiap ahli agama akan mula mempertimbangkan dengan lebih mendalam sebelum membuat keputusan.
Terakhir sekali ialah perubahan positif tidak akan terjadi dengan duduk berdiam diri semata-mata. Jika kita berdiam diri, maka satu persatu hak umat Islam untuk beribadah di Malaysia akan dihapuskan. Tidak mustahil juga mungkin satu hari nanti azan juga akan ditegah kerana menganggu ketenteraman orang awam. Adakah ini ramalan? Tidak! Fikir dan lihat kembali perkara-perkara yang telah menghapuskan ibadah di dalam Islam. Seperkara yang pasti dan jika anda tidak berbuat sesuatu, mungkin satu hari di dalam kehidupan anak cucu anda memahami Islam Ucapan. Oleh itu mari bersama sebarkan maklumat ini kepada orang ramai, atau paling mudah letakkan link artikel ini di halaman anda. Ini agar mereka yang berkelayakan mengubah undang-undang dan memegang jawatan atau jabatan tertentu akan terbaca dan sedar kaedahnya serta mula membuat perubahan positif mengembalikan Al-Quran dan Hadis sebagai undang-undang tertinggi di Malaysia.
Waalahua'alam.....credit to yusri@heritage.gov.my
Baru ini saya melewati Wikipedia dan mendapati jawapan kepada status kebebasan beragama di Malaysia seperti di bawah:
Status kebebasan agama di Malaysia merupakan satu isu kontroversi. Islam merupakan agama rasmi dan Perlembagaan Malaysia meletakkan sekatan terhadap kebebasan beragama, paling ketara penyebaran agama selain Islam kepada Muslim. Bagaimanapun, persoalan sama ada Malaysia merupakan negara Islam atau sekular masih belum berjawab; Wikipedia
Saya meneliti Perlembagan dan mendapati tafsiran sebenar Perlembagaan Malaysia menunjukkan Al-Quran & Hadis adalah sebenarnya undang-undang tertinggi di Malaysia, dan mana-mana undang-undang, perjanjian atau perbuatan bercanggah dengannya adalah tidak sah dan menjadi terbatal.
Namun itu kenapa ia menjadi sebaliknya? Kenapa perlaksanaan Al-Quran dan Hadis sebagai undang-undang tertinggi diabaikan dan disisihkan? Ini kerana perlaksanaan undang-undang hari ini berasaskan fahaman yang terpesong dari maksud sebenar Perlembagaan. Ini kerana mereka menafsirkan perkara 3 (1) Perlembagaan sebagai bermaksud Islam agama rasmi di Malaysia. Ini adalah penafsiran yang terpesong. Terdapat beberapa faktor dan antara fahaman terpesong kerana pengamal undang-undang tidak memahami definisi Islam yang sebenar, dan isu tidak pernah dicabar di Mahkamah.
Sekarang saya kemukakan alasan-alasan seperti di bawah:
Perkara 4 (1) menyatakan Perlembagaan adalah undang-undang tertinggi, dan mana-mana undang bertentangan dengannya menjadi terbatal. Undang-undang yang boleh menjadi terbatal dan tidak sah ialah semua undang-undang selain Perlembagaan, termasuk Kanun Jenayah dan peraturan kecil dsbnya. Kesemuanya mesti tidak bercanggah dengan Perlembagaan.
Perkara 4 (1) Perlembagaan ini ialah undang-undang tertinggi Persekutuan dan apa-apa undang-undang yang diluluskan selepas Hari Merdeka yang tidak selaras dengan Perlembagaan ini adalah tidak sah setakat ketidakselarasan itu.
Bagi memudahkan pemahaman, kita anggap Perlembagaan seumpama bapa dan undang-undang selainnya seumpama anak. Oleh itu arahan anak tidak boleh mengatasi arahan bapa. Persoalan lain samada badan Perundangan (Peguam Negara), Kehakiman (Ketua Hakim Negara), Eksekutif (Perdana Menteri), YDPA/Sultan, dasar-dasar parti politik, perjanjian-perjanjian, dan semua badan/individu tertakluk di bawah Perlembagaan? Ya! Kesemuanya tertakluk di bawah Perlembagaan dan tidak terkecuali. Sebarang undang-undang, perjanjian atau perlaksanaan bertentangan dengannya menjadi terbatal dan tidak sah.
Seterusnya Perlembagaan memperuntukan Islam ialah agama bagi Persekutuan.
Perkara 3. (1) Islam ialah agama bagi Persekutuan; tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana Bahagian Persekutuan.
Perkara 11 (1) memperuntukkan: Tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya dan, tertakluk kepada Fasal (4), mengembangkannya.
Alasan Ringkas
Berdasarkan di atas, alasan ringkas ialah bagi dakwaan Al-Quran & Hadis sebagai undang-undang tertinggi ialah:
Reason:
1. Perlembagaan adalah undang-undang tertinggi
2. Undang-undang tertinggi menyatakan Islam agama Persekutuan
3. Islam agama Persekutuan bermaksud Pengabdian Persekutuan
4. Pengabdian Persekutuan bermaksud Persekutuan mesti membenarkan perlaksanaan ibadah mengikut Al-Quran & Hadis
Conclusion: Ini bermaksud Perlembagaan mesti membenarkan ibadah terkandung di dalam Al-Quran & Hadis, dan termasuk perlaksanaan undang-undang Islam. Oleh itu ini membawa maksud undang-undang Al-Quran & Hadis adalah undang-undang tertinggi di Malaysia.
Namun itu kenapakah salah faham ini terjadi? Pertamanya penjajah dan penggubal undang-undang telah memahami Islam seperti agama lain, iaitu mendefinisikan Islam sekadar syahadah, bersolat, membayar zakat, berpuasa dan mengerjakan haji. Pemahaman ini kemudian diwariskan kepada pengamal undang-undang, dan akhirnya menjadi undang-undang yang mempengaruhi jentera kerajaan dan masyarakat Islam keseluruhan. Fahaman ibadah sebegini adalah fahaman yang sangat jauh terpesong, dan ibadah di dalam Islam tidak seperti ibadah-ibadah agama lain:
Maksudnya: “…Katakanlah (wahai Muhammad): Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku…”; Al-Quran: al-Kaafiruun
Berlandaskan fahaman yang salah ini, mereka membuat undang-undang yang tidak berlandaskan fahaman sebenar, dan malahan bercanggah serta menyekutukan Allah swt. Fahaman sebenar ialah Islam agama menyeluruh, dan meninggalkan mana-mana amalan atau mencampur adukkanya akan mengakibatkan seseorang itu terkeluar daripada Islam.
Maksudnya: “...Dan tidak harus bagi orang beriman, lelaki dan perempuan – apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara – (tidak haruslah bagi mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat pada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata…”; Al-Quran: al-Ahzaab:36
Ayat menegaskan satu kaedah wajib dipatuhi orang mu’min dalam segala urusan kehidupannya. Tidak harus bagi seseorang itu memilih sesuatu ketetapan selain daripada yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala semata-mata, dan yang mana diterangkan atau dijelaskan oleh RasulNya.
Alasan Penuh
Persoalan pertama: Samada peruntukan “Islam agama bagi Persekutuan” adalah undang-undang yang tertinggi di Malaysia?
Perkara “Islam agama bagi Persekutuan” adalah undang-undang tertinggi di Malaysia. Ini kerana perkara “Islam agama bagi Persekutuan” terkandung di dalam perkara 3 (1), dan perkara 3 (1) terkandung di dalam Perlembagaan, iaitu undang-undang tertinggi di Malaysia. Perkara undang-undang tertinggi dinyatakan melalui perkara 4 (1) . Sebagai tambahan dan jauh daripada itu, perkara 3 (1) adalah antara paling utama kerana terletak di bahagian paling awal Perlembagaan dan mengatasi perkara-perkara selainnya.
Persoalan kedua: Apakah status amalan agama-agama lain?
Perkara 3 (1) menyatakan: Islam ialah agama bagi Persekutuan “tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai” di mana-mana Bahagian Persekutuan.
Apakah maksud “tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai”? Adakah bermaksud mereka mengamalkan agama mereka dengan aman dan damai? Maksud ini tidak munasabah kerana mereka sememangnya mengamalkan agama secara aman dan damai semenjak dahulu. Oleh itu apakah maksud sebenar “tetapi agama-agama lain diamalkan dengan aman dan damai”?
Maksud sebenar ialah Persekutuan meletakkan Islam sebagai agama utama, dan Islam bersetuju membenarkan agama lain diamalkan secara aman dan damai. Maksud mengamalkan secara aman dan damai di sini ialah mereka boleh mengamalkan agama mereka tanpa mendatangkan kemudaratan kepada kebebasan Persekutuan untuk membenarkan kesemua ibadah di dalam Islam boleh diamalkan. Ini beerti mereka mengharmonikan agama mereka agar tidak memecah keamanan dan kedamaian dengan mana-mana ibadah di dalam agama Islam. Segala amalan agama mereka yang tidak memecah keamanan dan kedamaian dengan amalan agama Islam adalah sepenuhnya dibenarkan (iaitu tidak memecah keamanan dan kedamaian mengikut tafsiran Al-Quran dan Hadis).
Persoalan ketiga: Apakah maksud “Islam ialah agama bagi Persekutuan”?
Perkara 3 (1) menyatakan Islam adalah agama bagi Persekutuan. Apakah maksud sebenar peruntukan ini? Adakah ianya sekadar bermaksud “Islam menjadi agama rasmi Persekutuan“?
Maka mari teliti maksud sebenar perkara perkara 3 (1) (1) Perlembagaan Malaysia. Bagi memahami maksud perkara 3 (1), kita perlu memahami:
(a) Apakah maksud beragama?
(b) Apakah maksud Islam?
(c) Apakah maksud Islam agama bagi Persekutuan
Apakah maksud beragama?
Definisi agama ialah sistem kepercayaan dan penyembahan berdasarkan agama kepercayaan itu. Oleh itu beragama adalah seseorang yang mengamalkan sistem kepercayaan dan penyembahan berdasarkan agama kepercayaan itu. Beragama tidak bermaksud rasmi (official).
Rujukan tambahan: 1 / 2 / 3
Apakah maksud Islam?
Berbeza amalan agama lain, Islam adalah agama pengabdian seorang hamba kepada TuhanNya dan adalah perlaksanaan ibadah meliputi seluruh kehidupannya.
Maksudnya: “..Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan agar beribadah kepada Aku…”; Al-Quran: adz-Dzariat:56
Maksudnya: “…Katakanlah sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam…”; Al-Quran: al-An’am:162
Maksudnya: “…Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya…”; Al-Quran: al-Baqarah:208
Maksudnya: “…aku diperintahkan supaya tunduk bulat-bulat kepada Tuhan sekalian alam…”; Al-Quran: al-Mu’min:66
Maksudnya: “…Bukanlah perkara kebajikan itu hanya kamu menghadapkan muka ke pihak timur dan barat…”; Al-Quran: al-Baqarah:170
Islam sangat berbeza dengan agama lain dan tidak beribadah dengan sekadar mengamalkan syahadah, solat, puasa, zakat dan haji. Ini pemahaman terpesong dan salah di sisi Islam. Islam merangkumi perlaksanaan ibadah merangkumi keseluruhan perkara di bawah:
Oleh itu, kesimpulan bagi maksud “beragama Islam” ialah perlaksanaan sistem kepercayaan dan penyembahan berdasarkan agama Islam, iaitu perlaksanaan sistem kepercayaan dan penyembahan di dalam perkara Tauhid, Syari’ah dan Akhlak.
Persoalan kedua samada amalan beragama Islam boleh diharmonikan dengan agama lain? Tidak, amalan di dalam agama Islam tidak boleh diharmonikan dengan agama lain. Ini kerana Islam adalah agama yang sama sekali berbeza dengan agama-agama lain.
Maksudnya: “…Katakanlah (wahai Muhammad): Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku…”; Al-Quran: al-Kaafiruun
Perbuatan mengharmonikan atau meninggalkan mana-mana amalan mengakibatkan seseorang terkeluar daripada Islam. Ini adalah penyekutuan dan mereka akan kekal di neraka selamanya. Di bawah ini adalah di antara beberapa keterangan yang menjelaskan dakwaan:—
Maksudnya: “…dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir…”; Al-Quran: al-Maa’idah:44
Maksudnya: “….Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir jadi pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun…; Al-Quran: ali-Imran:28
Maksudnya: “…Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai awliya, kerana setengah mereka menjadi teman rapat kepada setengahnya yang lain. dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka awliya, maka sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka…”; Al-Quran: al-Maa’idah:51
Maksudnya: “…Tidak ada bagi penduduk langit dan bumi pengurus selain daripadaNya dan Ia tidak menjadikan sesiapapun masuk campur dalam hukumNya…”; Al-Quran: al-Kahfi:26
Maksudnya: “…Dan katakanlah: “Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak, dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya, dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya; dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!”…”; Al-Quran: al-Israa:111
Apakah maksud agama bagi Persekutuan?
Kini kita memahami maksud beragama Islam ialah perlaksanaan sistem kepercayaan dan penyembahan atau pengabdian ke atas perkara Tauhid, Syari’ah dan Akhlak. Kita juga mengetahui Islam bukan agama harmoni dan ibadah di dalam Islam adalah berbeza dengan ibadah-ibadah di dalam agama lain.
Oleh itu persoalan selanjutnya ialah apakah maksud “Islam ialah agama bagi Persekutuan”?
Maksudnya ialah Persekutuan mesti membenarkan kesemua ibadah terkandung di dalam Al-Quran & Hadis. Memandangkan Islam adalah termasuk dengan perkara undang-undang dan sistem pentadbiran negara, maka Persekutuan mesti melaksanakan kesemua sistem dan undang-undang Al-Quran & Hadis. Segala sistem atau undang-undang yang bercanggah Al-Quran dan Hadis adalah terbatal.
Perlaksanaan ini mungkin menimbulkan pelbagai bantahan daripada bangsa dan agama lainnya. Namun itu, kesemua fakta dan undang-undang ini adalah dicapai tanpa paksaan, dan dicapai secara persetujuan kesemua bangsa dan agama apabila memasuki kemerdekaan. Mereka datang untuk menetap di Tanah Melayu dan bersetuju dengan undang-undang yang terkandung di dalam Perlembagaan. Mereka juga bebas memilih penempatan pada mana-mana negara lain yang melaksanakan undang-undang yang mereka suka, tiada paksaan. Tidakkah mereka terfikir bagaimana perasaan mereka jika mereka dihalang ibadah atau membina kuil atau gereja? Oleh itu perkara ini tidak sepatutnya menjadi isu dan alasan untuk menghalang umat Islam daripada beribadah, dan oleh itu agar masyarakat Islam hidup mati dan menghadap Tuhannya sebagai orang Islam.
Segala bantahan atau undang-undang menghalang ibadah Islam bercanggah perkara 3 (1), 4 (1) dan 11 (1) Perlembagaan Malaysia dan menjadi terbatal serta tidak sah. Oleh itu umat Islam mempunyai hak yang kukuh di bawah Perlembagaan. Ibadah Islam mesti dibenarkan sepenuhnya kerana mana-mana amalan di dalam Islam tidak dapat ditinggalkan. Meninggalkan mana-mana ibadah tidak menjadikann ianya Islam. Oleh itu maksud perkara 3 (1) Perlembagaan menjadi tidak bermakna sekiranya umat Islam dihalang beribadah.
Realiti Hari Ini
Hak orang Islam menganuti dan mengamalkan agamanya diperuntukkan dalam perkara 3 (1) dan ditegaskan lagi dengan perkara 11 Perlembagaan Malaysia, iaitu peruntukan “…tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya…”. Namun itu perkara sebaliknya yang terjadi pada hari ini. Undang-undang dan perlaksanaan sedia ada menghalang umat Islam menganuti dan mengamalkan agama Islam. Hampir keseluruhan undang-undang dan perbuatan adalah bercanggah peruntukan perkara 3 (1), 4 (1) dan perkara 11 (1) Perlembagaan Malaysia! Amalan sediada hari ini adalah bukan amalan Islam dan amalan hari ini meletakkan kekufuran di atas setiap dahi orang Islam.
Ini kerana maksud perkara 3 (1) Perlembagaan telah dipesongkan dengan menukarkan maksud “Islam adalah agama bagi Persekutuan” kepada maksud “Islam adalah agama rasmi Persekutuan”. Ini tidak benar dan kedua-dua pernyataan ini membawa maksud yang berbeza-beza. Kedua-dua ini tidak membawa pengertian sama, dan seperti air dan minyak!
Islam agama rasmi Persekutuan bermaksud Islam “official“, “Islam sekadar namanya“, atau “Islam dikulit luaran semata-mata“. Oleh itu adakah ini Islam? Tidak! Di dalam Islam, tiada istilah Islam “official“, secara nama atau secara kulit luaran semata-mata. Ianya satu kekufuran. Kekufuran bermaksud ibadah di dalam Islam tidak dilaksanakan, dan Rukun Iman menjadi sekadar ucapan atau “official” tanpa pembuktian perbuatan. Hanya sekadar ucapan rasmi tanpa amalan adalah bukan Islam.
Maksudnya: “…Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: “Siapakah yang mencipta langit dan bumi?” Sudah tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah (kepada mereka): “Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah yang lain dari Allah itu? …“; Al-Quran: az-Zumar:39
Maksudnya: “…Dan katakanlah (wahai Muhammad): “Kebenaran itu ialah yang datang dari Tuhan kamu, maka sesiapa yang mahu beriman, hendaklah ia beriman; dan sesiapa yang mahu kufur ingkar, biarlah dia mengingkarinya” …”; Al-Quran: al-Kahfi:29
Maksudnya: “…Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu adan telah Ku redhai Islam itu jadi agama bagimu…”; Al-Quran: ali-Maidah:3
Maksudnya: “…Sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi…”…”; Al-Quran: ali-Imran:35
Persoalan lain ialah apakah maksud “sembah“? (1 2 3) .Sembah tidak bermaksud bersembahyang semata-mata tetapi lebih dan termasuk ketaatan (kepada sistem siapa?).
Maksudnya:”…Katakanlah: “Hanya Allah sahaja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama (beribadah)…”; az-Zumar:14
Untuk memahami maksud sembah dan pengabdian, kita sepatutnya mendalami apakah syarat penerimaan pengabdian melalui kalimah tauhid Laa Ilaaha Illallah, iaitu mengetahui “Rukun Kalimah Tauhid” yang wajib diketahui: Ilmu, Yakin, Percaya, Ikhlas, Menerima, Berserah dan Cinta. Segala rukun ini dan perkara Rububiyah, Uluhiyah serta Asmaal-Asmaa’ Wal Shifaat mesti diletakkan kepada Allah Taala. Inilah pengertian sembahan dan pengabdian sebenar. Sebaliknya dan jika mana-mana perkara Rukun Kalimah Tauhid diletakkan ke atas selain daripada Allah, maka anda fikirkanlah sendiri apakah maksudnya:
Maksudnya:”…Allah tidak sekali-kali menjadikan seseorang (insan) mempunyai dua buah hati dalam rongga dadanya (tubuhnya)…”; Al-Quran: al-Ahzaab:4
Terdapat pelbagai lagi ayat keterangan dan ayat di atas adalah di antara beberapa ayat menerangkan maksud Islam di kulit. Tiada maksud “Islam di kulit” atau “Islam Rasmi” di dalam Islam. Orang sebegini ini dianggap kufur oleh Allah swt dan bukan orang Islam. Maksud ibadah sebenar ialah pengabdian di dalam seluruh kehidupan. Islam adalah bukan sekadar bersyahadah, solat, puasa, zakat, dan haji. Kesemua ini adalah ibadah asas bagi mencapai ibadah Islam, iaitu pengabdian.
Melalui ibadah melalui mekanisma solat yang sempurna, maka kita memperolehi sifat yang mencegah keji dan munkar (29:45), mekanisma zakat yang sempurna akan mensucikan hati dan membersihkan harta kita (9:103), mekanisma puasa yang sempurna sehingga akan menjadikan kita bertakwa (2:183), dan mekanisma haji yang sempurna akan memberikan kesyukuran dan sentiasa menyebut nama Allah (22:28). Kesempurnaan di dalam ibadah Rukun Islam akan membawa kita kepada ibadah di dalam Islam, iaitu pengabdian. Fikirkan dan adakah kita dihalang daripada beribadah, walaupun setelah melakukan Rukun Islam dengan sempurna? Jawapan yang anda sendiri sangat arif mengenainya.
Oleh itu maksud sebenar perkara 3 (1) Perlembagaan Malaysia mesti diketengahkan dan dicabar di Mahkamah. Persoalan ini perlu dibangkitkan untuk membawa kembali maksudnya yang sebenar, dan mengembalikan Al-Quran dan Hadis sebagai undang-undang tertinggi di Malaysia. Bagi parti politik memperjuangkan Islam seharusnya menyedari perlaksanaan undang-undang Hudud tidak pernah menjadi sesuatu masalah kerana ianya diperuntukkan di dalam Perlembagaan. Mereka boleh mencabar di Mahkamah bahawa undang-undang dan sebarang tindakan menghalang perlaksanaan Hudud sebagai tidak sah dan terbatal, iaitu bertentangan Perlembagaan Malaysia. Kes sediada di Mahkamah pula mesti digunakan bagi mencabar kesahaan undang-undang dan dengan memasukkan pembelaan tidak tertakluk kepada undang-undang apabila bercanggah Al-Quran dan Hadis. Ini mengakibatkan segala undang-undang dan perbuatan bercanggah akan beransur-ansur bertukar kepada sistem ajaran Islam. Saya agak yakin Hakim beragama Islam dan yang mendengar keterangan jelas “…sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir…” (al-Maa’idah:44) berserta sokongan setiap ahli agama akan mula mempertimbangkan dengan lebih mendalam sebelum membuat keputusan.
Terakhir sekali ialah perubahan positif tidak akan terjadi dengan duduk berdiam diri semata-mata. Jika kita berdiam diri, maka satu persatu hak umat Islam untuk beribadah di Malaysia akan dihapuskan. Tidak mustahil juga mungkin satu hari nanti azan juga akan ditegah kerana menganggu ketenteraman orang awam. Adakah ini ramalan? Tidak! Fikir dan lihat kembali perkara-perkara yang telah menghapuskan ibadah di dalam Islam. Seperkara yang pasti dan jika anda tidak berbuat sesuatu, mungkin satu hari di dalam kehidupan anak cucu anda memahami Islam Ucapan. Oleh itu mari bersama sebarkan maklumat ini kepada orang ramai, atau paling mudah letakkan link artikel ini di halaman anda. Ini agar mereka yang berkelayakan mengubah undang-undang dan memegang jawatan atau jabatan tertentu akan terbaca dan sedar kaedahnya serta mula membuat perubahan positif mengembalikan Al-Quran dan Hadis sebagai undang-undang tertinggi di Malaysia.
Waalahua'alam.....credit to yusri@heritage.gov.my
Selasa, 6 September 2011
APABILA ALLAH S.W.T. MENCINTAI KITA, MAKA KITA AKAN DIBERIKAN UJIAN
Allah S.W.T. berfirman: “Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya m...usuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah).” (Al-Baqarah: 214)
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira.” (Az-Zumar: 10)
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan)” (Ali-Imran: 200)
Allah SWT menjanjikan pertolongan saat menghadapi kesulitan, dengan syarat kita mestilah bersabar menghadapinya. Jangan sesekali kita berpaling dari Allah SWT, atau menjauhkan diri dariNya. Dibimbangi kita akan terjerumus ke lembah kehinaan dengan mengikuti jalan sukar yang dihembuskan Syaitan durjana. Syaitan sama sekali tidak akan senang kepada hamba-hambaNya yang sabar dan senantiasa berpegang teguh kepada tali Allah SWT. Biarkan Syaitan kecewa dengan sikap kita yang keras menentang bisikan-bisikannya. Perbanyakkan doa dan solat agar tali yang mengikat kepada Rabbi bertambah utuh dan kuat.
Sifat sabar sebenar adalah kesabaran yang menyebabkan kita semakin dekat dengan Allah SWT, jelas matlamat dan tujuan hidup, bercita-cita untuk menuju ke syurga melalui siratol mustaqim (jalan lurus).
Gambaran ini boleh dikutip dari kisah kesabaran Bilal bin Rabah menahan derita disiksa dan dihempap batu besar tatkala mempertahankan keimanan kepada Azza Wajalla. Begitu juga kisah keluarga Yasir yang disula hingga menemui ajal semata-mata bersabar menahan siksaan atas keengganan kembali kepada kepercayaan Jahiliyyah lagi Taghut.
Lantas Rasulullah SAW bersabda:
“Sabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya yang dijanjikan bagi kalian adalah syurga.”
Rasulullah SAW pernah berpesan kepada kita, bahawa apabila Allah SWT menyayangi suatu kaum, pasti Allah SWT akan menurunkan ujian dan cubaan. Alhasil, Allah SWT akan menilai sejauh mana takat kesabaran yang terbentuk. Kadangkala, ada sesetengah manusia membenci kesusahan, kesakitan, bebanan yang ditimpakan ke atasnya sehingga bertempik benci dan mengeluh panjang kepada Allah SWT. Maka, jika itulah keadaannya, ini bererti manusia itu telah menempah murka Allah SWT. Tatkala itu, Allah SWT akan menimpakan kemurkaanNya dengan nilaian dosa. Dosa akibat lemahnya rasa sabar manusia terhadap ujian yang dihadapi.
Hadis yang telah dikeluarkan oleh Ahmad melalui jalur Mahmud bin Labid menyatakan, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla jika menyintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cubaan kepada mereka. Barangsiapa yang sabar, maka dia berhak mendapatkan (pahala) kesabarannya. Dan barangsiapa marah, maka dia pun berhak mendapatkan (dosa) kemarahannya"
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira.” (Az-Zumar: 10)
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan)” (Ali-Imran: 200)
Allah SWT menjanjikan pertolongan saat menghadapi kesulitan, dengan syarat kita mestilah bersabar menghadapinya. Jangan sesekali kita berpaling dari Allah SWT, atau menjauhkan diri dariNya. Dibimbangi kita akan terjerumus ke lembah kehinaan dengan mengikuti jalan sukar yang dihembuskan Syaitan durjana. Syaitan sama sekali tidak akan senang kepada hamba-hambaNya yang sabar dan senantiasa berpegang teguh kepada tali Allah SWT. Biarkan Syaitan kecewa dengan sikap kita yang keras menentang bisikan-bisikannya. Perbanyakkan doa dan solat agar tali yang mengikat kepada Rabbi bertambah utuh dan kuat.
Sifat sabar sebenar adalah kesabaran yang menyebabkan kita semakin dekat dengan Allah SWT, jelas matlamat dan tujuan hidup, bercita-cita untuk menuju ke syurga melalui siratol mustaqim (jalan lurus).
Gambaran ini boleh dikutip dari kisah kesabaran Bilal bin Rabah menahan derita disiksa dan dihempap batu besar tatkala mempertahankan keimanan kepada Azza Wajalla. Begitu juga kisah keluarga Yasir yang disula hingga menemui ajal semata-mata bersabar menahan siksaan atas keengganan kembali kepada kepercayaan Jahiliyyah lagi Taghut.
Lantas Rasulullah SAW bersabda:
“Sabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya yang dijanjikan bagi kalian adalah syurga.”
Rasulullah SAW pernah berpesan kepada kita, bahawa apabila Allah SWT menyayangi suatu kaum, pasti Allah SWT akan menurunkan ujian dan cubaan. Alhasil, Allah SWT akan menilai sejauh mana takat kesabaran yang terbentuk. Kadangkala, ada sesetengah manusia membenci kesusahan, kesakitan, bebanan yang ditimpakan ke atasnya sehingga bertempik benci dan mengeluh panjang kepada Allah SWT. Maka, jika itulah keadaannya, ini bererti manusia itu telah menempah murka Allah SWT. Tatkala itu, Allah SWT akan menimpakan kemurkaanNya dengan nilaian dosa. Dosa akibat lemahnya rasa sabar manusia terhadap ujian yang dihadapi.
Hadis yang telah dikeluarkan oleh Ahmad melalui jalur Mahmud bin Labid menyatakan, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla jika menyintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cubaan kepada mereka. Barangsiapa yang sabar, maka dia berhak mendapatkan (pahala) kesabarannya. Dan barangsiapa marah, maka dia pun berhak mendapatkan (dosa) kemarahannya"
Dipetik daripada Tazkirah IM Nazrul.
Isnin, 5 September 2011
Orang Islam Tak Perlu Sembahyang
Assalamualaikum w.b.t.
Sebagai orang Islam, saya tak perlu sembahyang. Tapi di mana-mana masjid saya sering terjumpa perkataan seperti dewan sembahyang, sembahyang lah kamu sebelum kamu disembahyangkan. Balik ke rumah mak bapak pulak, mereka akan tanya untuk mengingatkan saya...adakah kamu dah sembahyang?. Tapi yang saya tahu dan faham....sebagai orang Islam...kita tak wajib sembahyang bahkan dilarang sembahyang.
Orang Hindu pun sembahyang, orang kristian pun sembahyang, yang menganut agama Bahai pun sembahyang, apalagi Buddha...mereka juga sembahyang. Tapi kenapa umat Islam tak perlu sembahyang. Apa makna sembahyang. Ia berasal daripada dua perkataan iaitu sembah dan yang. Mengikut kamus dewan edisi keempat, Sembah bermaksud memberi penghormatan kepada seseorang. Yang pula merupakan salah satu kata penghubung dalam bahasa Melayu. Oleh itu sembahyang bermakna memberi penghormatan kepada seseorang atau lebih daripada seorang. Justeru itu jika umat Islam bersembahyang...beerti mereka juga sama seperti penganut agama lain yang memiliki lebih daripada satu tuhan dan ada benda yang disembah.
Sebagai umat Islam, saya sememangnya dilarang bersembahyang..tetapi diWAJIBkan berSOLAT. Solat merupakan kata pinjaman daripada bahasa Arab yang bermakna sejahtera. Ini bermakna sesiapa yang bersolat, kita akan beroleh kesejahteraan dan kelapangan dalam hidup. Semasa melakukan solat, kita sebenarnya sedang berdialog dengan Allah. Kita memuji dan memuja kebesaran Allah. Oleh kerana solat itu bermakna sejahtera...maka kepada sesiapa yang melakukannya...maka kita akan peroleh kesenangan hidup.Segala urusan akan menjadi lebih mudah.
SO......SEBAGAI UMAT ISLAM.....KITA TAK BOLEH SEMBAHYANG.....
Sebagai orang Islam, saya tak perlu sembahyang. Tapi di mana-mana masjid saya sering terjumpa perkataan seperti dewan sembahyang, sembahyang lah kamu sebelum kamu disembahyangkan. Balik ke rumah mak bapak pulak, mereka akan tanya untuk mengingatkan saya...adakah kamu dah sembahyang?. Tapi yang saya tahu dan faham....sebagai orang Islam...kita tak wajib sembahyang bahkan dilarang sembahyang.
Orang Hindu pun sembahyang, orang kristian pun sembahyang, yang menganut agama Bahai pun sembahyang, apalagi Buddha...mereka juga sembahyang. Tapi kenapa umat Islam tak perlu sembahyang. Apa makna sembahyang. Ia berasal daripada dua perkataan iaitu sembah dan yang. Mengikut kamus dewan edisi keempat, Sembah bermaksud memberi penghormatan kepada seseorang. Yang pula merupakan salah satu kata penghubung dalam bahasa Melayu. Oleh itu sembahyang bermakna memberi penghormatan kepada seseorang atau lebih daripada seorang. Justeru itu jika umat Islam bersembahyang...beerti mereka juga sama seperti penganut agama lain yang memiliki lebih daripada satu tuhan dan ada benda yang disembah.
Sebagai umat Islam, saya sememangnya dilarang bersembahyang..tetapi diWAJIBkan berSOLAT. Solat merupakan kata pinjaman daripada bahasa Arab yang bermakna sejahtera. Ini bermakna sesiapa yang bersolat, kita akan beroleh kesejahteraan dan kelapangan dalam hidup. Semasa melakukan solat, kita sebenarnya sedang berdialog dengan Allah. Kita memuji dan memuja kebesaran Allah. Oleh kerana solat itu bermakna sejahtera...maka kepada sesiapa yang melakukannya...maka kita akan peroleh kesenangan hidup.Segala urusan akan menjadi lebih mudah.
SO......SEBAGAI UMAT ISLAM.....KITA TAK BOLEH SEMBAHYANG.....
TETAPI WAJIB MENUNAIKAN SOLAT.......wallahu'allam.
Ahad, 4 September 2011
Adab-adab Pergaulan
Dipetik daripada Kitab Mau'izatul Mu'minin, karya Imam Al-Ghazali
Jika kamu ingin berbual secara baik dan sopan, maka ikutilah petunjuk-petunjuk ini :
Hadapilah kawanmu atau musuhmu itu dengan wajah yang menunjukkan kegembiraan
dan kerelaan serta penuh kesopanan dan ketenangan. Jangan sekali-kali kamu
menampakkan sikap angkuh, sombong dan berasa tinggi diri. Rendahkanlah dirimu
tapi bukan kerana perasaan kurang harga diri. Dalam segala hal, letakkan menurut
ukuran yang pertengahan, sebab sesuatu yang berlebihan dari segala macam perkara
itu pasti tidak baik dan tercela.
Jangan gemar melihat di kedua sampingmu, kanan atau kiri. Jangan pula banyak
menoleh ke mana-mana. Jangan pula terlampau tajam memandang orang lain. Jikalau
engkau duduk, maka janganlah seolah-olah sebagaimana orang yang tidak tenang
duduknya dan seperti orang yang hendak melompat-lompat sahaja.
Usahakanlah supaya dudukmu itu sentiasa tampak tenang, kata-katamu selalu teratur
dan tertib. Dengarlah hati-hati percakapan orang yang ada di mukamu, tanpa
menunjukkan kehairanan yang amat sangat. Jangan pula engkau biasa meminta orang
lain mengulangi perbicaraannya. Jikalau ada hal-hal yang mentertawakan, maka
diamlah secepat mungkin.
Janganlah dalam bercakap-cakap itu engkau membanggakan dirimu sendiri,
anak-anakmu, rambutmu, karangan-karanganmu atau apa sahaja yang engkau anggap
suatu keistimewaan dalam dirimu atau keluargamu.
Jikalau engkau berdebat, pegang teguhlah kesopanan. Janganlah engkau dianggap
manusia yang bodoh dan tolol oleh orang lain, terutama oleh lawanmu. Jauhkanlah
sikap tergesa-gesa, fikirkanlah masak-masak hujah atau bantahanmu. Jangan sesekali
berisyarat dengan menggunakan tangan dan jangan pula suka menoleh ke belakang.
Jikalau engkau sedang marah, diamlah dulu dan setelah reda kemarahanmu,
ucapkanlah isi hatimu dengan baik.
Sabtu, 3 September 2011
Semuanya kerana Allah mengizinkannya
Alhamdulillah.....tepat jam 11.50 malam...mengikut catatan masa di komputer riba....aku akhirnya berjaya membina sebuah blogspot untuk ku jadikan tempat berkongsi maklumat dan pandangan mengenai isu-isu semasa atau apa sahaja. Memiliki blogspot sendiri telah lama aku idamkan...tetapi seringkali gagal kerana aku kurang faham arahan yang diberikan. Sebelum ini aku ada sebuah blog tetapi pendaftaranya bukan aku yang buat tetapi abang aku. Dan sebelum ini kira-kira 12 tahun lalu aku memiliki sebuah laman web sendiri iaitu http://www.hadzyan.....entah...aku pun dah tak ingat urlnya. Laman web itu hanya bertahan selama lebih kurang setahun lapan bulan sahaja. Kehebatan laman web aku itu dulu ialah aku berjaya membuat templat ruang utk chating....dan ia menjadi tempat chating yg hangat suatu masa dulu. Namun itu semua telah menjadi sejarah kerana menjadi mangsa hackers.
Apapun yang berlaku.....aku percaya...ini semua adalah kerana ketentuan Allah jua....DIA yang mengizinkan aku untuk berblogging pula kali ini setelah 12 tahun menyepi dpd dunia maya.....
Apapun yang berlaku.....aku percaya...ini semua adalah kerana ketentuan Allah jua....DIA yang mengizinkan aku untuk berblogging pula kali ini setelah 12 tahun menyepi dpd dunia maya.....
Langgan:
Ulasan (Atom)